WELCOME TO OUR LITTLE KITCHEN....

Hi Friends...
Feel free to try my all Recipes from our Kitchen,just go to another site,Multiply "Me,My Family and Our Life Story".
If you have any problem or question,just send me Personal Message or Email..I will be happy to Reply and Answer your Question..

All the foods here the results of my small kitchen or homemade by Me ...
For the cake or Cookies, this is the first time I've made, the results did not disappoint, crisp and very tender..Alhamdulillah...And it's not difficult, believe me ...

I have three small children still need attention, can make it...which is important to try But,if you will share my Recipes to any body..

Please put my Name or link original Recipes.
Thanks and Happy cooking


********************************************************************************************************************************************************************************************************
********************************************************************************************************************************************************************************************************

SALAM KENAL DARI KAMI ...
Silahkan mampir dan silahkan di lihat-lihat Resep dari dapur kami,jika tidak menemukan Resep terbaru disini,silahkan lihat di Blog kami yang satu lagi
"Me,My Family and Our Life Story".
Smoga isi Blog ini bermamfa'at buat Semuanya dan Isi yang ada disini Tidak untuk di perjual belikan,apalagi ada yang memamfa'atkan dengan seenak jidad tampa memikirkan karya orang lain dan mau mengambil jalan pintas dengan meng Copy Paste Resep dan Gambarnya untuk di Bukukan dan dijual di Pasaran.

Jika Kalian menggunakan Resep yang ada disini,Tolong cantumkan Sumber Asalnya...
Karna Terus Terang Resep yang ada disini kebanyakan Resep Asal yang menyesuaikan selera lidah Keluarga dan resep dari turun temurun dari Keluarga,walaupun ada Resep hasil ngegoogle atau Nyontek punya orang lain,itupun sudah di Modification sesuai Selera cita Rasa lidah Yeni Murty's family.

Jadi...
Buat yang penggemar
MALING GAMBAR,Tolong izin terlebih dahulu dengan si Pemiliknya,My Email Adress : yenimurty@yahoo.com
Ma'af Aku tulis begitu,karna Sudah terjadi ada yang menyalah gunaan Photo Resepku tampa sepengetahuanku.

Selamat Mencoba,smoga bermamfa'at dan berkesan.
Salam dari kami.
Yeni Murty's Family

COPYRIGHT
ca
Creative Commons License
All Photographs and Original Recipes by Yeni Family's Kitchen is licensed under a Creative Commons Attribution 2.5 Canada License.
Permissions beyond the scope of this license may be available at yenimurty@yahoo.com.

Showing posts with label suamiku. Show all posts
Showing posts with label suamiku. Show all posts

Monday, April 26, 2010

Terima Kasih Ya Alloh..

Setelah 4 minggu Hubbyku sakit Batuk,pilek dan kalo sudah mulai malam Badannya Panas,menggigil kedinginan..
Makan ngga enak,serasa pahit semua,itulah yang dirasakannya..
Berat badan pun menyusut,terlihat dari Cincin Enginernya yang dipakainya dijari kelingking sampai jatoh tak disadari.

Aku sa'at-sa'at itu benar-benar merasa bingung dan bimbang ,menangis dan hanya berDo'a.
Sa'at begini benar-benar terasa susahnya hidup jauh dari Tanah Air,sanak saudara dan Orang tua,tapi kucoba untuk Tegar dan kuat menghadapi Cobaan ini,yachh..inilah pilihan dan jalan Hidup.


Setelah berulang kali dan Bolak balik ke Dokter,gonta ganti Obat..
Alhamdulillah  sudah Tiga hari ini,Badannya sudah membaik dan makan pun sudah mulai terasa di lidahnya dan tak terasa pahit lagi.

Ya Alloh Ya Tuhanku..
Berilah Suamiku kesehatan dan Slalu sehat sebagai Kepala Keluarga,sebagai penopang Kehidupan Keluarga,Aamin Allahumma Aamin..
We can Life without U Darling..
We always Love U..
(Mama n THD)

Ottawa,April 26,2010
Curahan hati seorang Istri

Wednesday, September 17, 2008

Perasaanku sa'at itu..

Hanya sharing sebuah Pengalaman yang benar-benar bikin Hati dan Perasaan tak Menentu..

Bagaimana  perasaan kalian Teman Semua,jika Orang yang Anda kasihi,sayangi dan yang menjadi Tulang Punggung keluarga Sakit..??
Yang terjadi denganku adalah Sedih,bingung,Lemas dan tak menentu,begitulah sa'at Pertama mendengar Kata-kata Suami Sakit Appendicitis atau Usus yang segra mungkin akan dipotong / Operasi.

Itulah yang terjadi denganku waktu itu,tatkala Dokter Clinic tampa berpikir panjang lagi mengatakan bahwa itu adalah Appendicitis atau Usus yang harus ditangani Segra,Hati siapa yang tak Bingung,cemas dan sedih.
Saya sebagai Istri yang mendamping Suami menimba ilmu di Negeri Orang tampa sanak saudara di sini,benar-benar kebingungan sa'at itu,yang ada dibenak pikiranku sudah tak menentu lagi,pikiranku kacau dan tak tenang.

Pikiranku melayang jauh sa'at itu,Andaikan saja bisa digantikan denganku,aku sajalah yang punya penyakit itu,karna Suami adalah tulang Punggung keluarga.
Terus terang saya katakan,Aku tak bisa hidup tampa dirinya,makanya tak heran masarakat indo di ottawa melihat jika ada aku dan Anak-anak pasti ada Suami,itulah Aku yang dari Gadis sampai berumah tangga belum bisa hidup mandiri.

Tentang Sakit di perut Suamiku...
Tepat hari Ke Delapan Puasa,Suami mulai merasakan sakit dibagian perut sebelah kanannya..
Tapi sa'at itu hanya sakit biasa dan suami anggap ini hanya masuk angin biasa,tapi kok lama kelamaan sakit dirasakan suami semakin sakit dan sakit,bahkan sakit itu tak kunjung hilang,ternyata sakit itu tetap saja sampai keesokan harinya,sampai menggendong Hafiz pun susah untuk dilakukan Suami,Dua hari sakit itu dibiarkan begitu saja,tampa obat ataupun pengobatan...
Akhirnya karna saya melihat suami sudah tidak sanggup menahan sakit,saya suruh suami untuk periksa ke clinic.
Hari ke Tiga dari mulai Sakit Perutnya,suami pergi ke Clinic itupun karna paksaanku.
Sa'at itu Dokter bilang ngga ada apa-apa,itu hanya sakit datang-datangan saja,bahkan periksa kencing segala siapa tau Ginjal dan ternyata juga bukan.

Sepulang dari Clinic,kok sakit itu semakin dirasakan Suami dan malah semakin kesamping perut sakitnya,berkat penasarn dengan Hasil Dokter yang pernah suami temui hari Ketiga.
Akhirnya kita memutuskan lagi untuk Konsultasi ulang keesokan harinyai lagi ke Dokter,mudah-mudahn lain lagi dokter yang Suami temui ini,alhamdulillah memang beda Dokter,hasil dari Dokter yang kedua ini benar-benar bikin kami kaget tak percaya begitu mendengar cerita suami bahwa dokter bilang suami appendicit / Usus yang harus ditangani segra dan kalau bisa hari ini juga bila perlu langsung Operasi untuk ngebuang itu Usus.

Saya sebagai istrinya benar-benar tak percaya dan tak bisa menerima sa'at itu,benar-benar kaget, Karna selama ini suami paling benci berurusan dengan yang namanya Dokter dan Obat-obatan dan begitupun dengan Saya,tak pernah terlintas dibenak dan pikiran saya akan Kesehatan Suami ,Karna terus terang Suami Badannya kuat di Banding Saya.
Suami tak pernah sakit-sakitan seperti Saya,bahkan selama disini baru Beberapa hari ini saja ke Dokter karna Appenditis ini,makanya kita benar-benar Kaget mendengar Kata-kata Dokter bahwa itu Appendicitis atau Usus.

Keeseokan harinya,Pagi jam 7 waktu Canada..
Suami berangkat Sendiri ke Hospital,sementara saya gundah gulana dirumah menunggu dan menanti khabar dari suami akan apa kata dan keputusan dari Dokter Pagi ini,Ternyata dugaan Dokter Clinic itu salah,dan sakit yang diderita Suami itu adalah hanya sakit Biasa,alhamdulillah...

Tapi kami juga Sangat bersyukur karna Dokter Clinic ini sudah memberi kami jalan serta membukakan mata hati kami untuk periksa lebih lanjut.
walaupun hati kecil ini sedikit kecewa,karna sudah membuat kami Hidup merasa Ngga tenang.

Alhamdulillah...Dugaan itu hanya sebatas Dugaan belaka,Suami Sehat Wal'afiat dan Sakit Perut itu semakin hari semakin membaik,alhamdulillah...

Yachh..begitulah Pengalaman Salah satu Istri yang tinggal jauh dari Orang tua dan Saudara,sa'at Sang Suami atau Tulang Punggung Keluarga divonis Sakit yang harus ditangani segra dan Operasi.
Bisa kebayangkan gimana Perasaanku sa'at itu...??

Postingan Terkait :

Alhamdulillah dan Terima kasih Kami..
Mohon Do'anya..

Thursday, August 28, 2008

Akankah Duka & Pahit itu menjadi Maniss..??

Akhirnya.... Bulan Agustus tiba,akankah bulan ini benar-benar akan menjadi milik Kami ,awal dari kebahagian serta Menghapus Duka dan Pahit itu menjadi Suka dan Maniss atau sebaliknya.. ???

Ternyata Impian dan Harapan buah dari Kesabaran dan Keihlasan itu,kini benar akan menjadi Nyata ..yang dulu Terasa pahit dan Duka,berangsur menjadi Manis dan semakin Maniss..
Bulan Agustus benar-benar Rezeki Kami,Tiga Universita
s menawarkan dengan fasilitas yang lebih dari Cukup,salah satunya Universitas yang sekarang Tempat Suami Sekolah ini,Profnya sanggup memberi uang buat Suami sekolah sampai selesai S3.
Suami bekerja sebagai RA (R
esearch Asisten) di NRC (national Research Council Canada)  dan TA (Teaching Asisten) di Universitas Ottawa.

Waktu itu,Profnya menel
pon langsung ke Apartement kami menanyakan apa benar Suami serius ingin pindah Universitas dan memintak kepastian apa benar mau Pindah ke Ottawa,sa'at itu Saya yang angkat Tlp..sangking senang ,haru dan bahagianya Aku ,tak terasa kalo air mataku menetes,serasa tak percaya dan tak henti-hentinya aku mengucap syukur Kepada Nya.

Setelah kututup Tlp,aku
menangis sepuas-puasnya,menangis bukan karna aku sedih mau meninggalkan Kota kecil itu,Tidak sama sekali..malah aku bersyukur pergi dari Kota Kecil itu,melainkan tangisan ku itu adalah ungkapan kebahagiaku yang tak bisa aku tahan,rasanya waktu itu tak bisa menahan untuk menceritakan dan memberi tahu ke Suami sampai menunggu Suami pulang kuliah.

Keesokan harinya,Suami Telpon balik ke Prof itu dan tampa pikir p
anjang kita putuskan pindah Ke ottawa,alasan Kami masih diwilayah Canada dan yang pasti transportasinya juga ngga begitu banyak,jadi cukuplah uang yang kami punya untuk Pindah kesana.

Sa'at itu hanya ada sedikit Uang simpanan dan uang Tabungan Coin Tasya sekitar 600$ dan tambahan dari kami Garage Sale barang-barang kami,Alhamdulillah terkumpul dan cukuplah semua uang yang kami punya buat Ongkos  dan Uang makan selama sebulan Di Ottawa serta buat Bayar Apartement.


Dua minggu Setelah Ulang tahun gadis kecil kami,Kami pindah ke ottawa dan kami buktikan ke Prof suami dan Teman-temannya yang lama bahwa kami Mampu dan kami Bukan orang bodoh yang ngga ada lagi orang yang mau menerima selama dua bulan mencari sekolah dengan mintak biaya dari Mereka.

Akhir Agustus 2005 (29092005) ,kami putuskan untuk meninggalkan Kota kecil itu yang penuh kenangan Pahit & Duka dan pindah ke Ottawa dengan menggunakan Transportasi darat selama 18 jam perjalanan.

Tiba di Ottawa,kami tinggal di Apartement yang kami Tempati sekarang,Tidur di ruang Tamu tampa bantal apalagi kasur diantara Tumpukan Kardus dan Koper bawaanan kami,sampah yang berserakan serta Debu yang beterbangan,karna sa'at itu masih ada Orang yang tinggal di apartement kami yang  segra akan pindah dan Kami yang menggantikannya tinggal disana,tapi walaupun begitu hanya yang terasa adalah kebahagiaaaa.....

Kini Tempat itu,sudah diisi dengan sedikit Barang milik hasil beli kami Sendiri,walaup
un tak berkualitas dan diisi tawa canda dua buah hati kami Tasya & Hafiz,Mereka berdua inilah yang membuat suami Tegar,kuat dan Semangat.

Alhamdulillah...alhamdulillah.. dengan berjalannya
waktu Kehidupan kami lebih baik bahkan sangat lebih baik dibanding hidup Di Fredericton,Pahit itu berangsur-angsur pulih dan menjadi manis dan manis,mungkin inilah Hikmahnya dari Rasa Syukur dan menerima kejadian yang diberikan Alloh kepada kita.

Seandainya saja kami masih di Sana,mungkin kehidupan kami ngga akan seperti ini dan mungkin tak mampu untuk membeli barang bagus seperti Orang lain.

Mudah-mudahan hanya sebatas itulah kenangan Pahit kami dan kami akan ingat sampai kapan pun juga dan Kami akan buktikan kepada dunia dan suatu sa'at nanti dengan Prof Suami serta Teman-temannya yang di Fredericton bahwa kami juga bisa Sukses.

Begitulah Pengalaman Hidup Kami,ingin seperti orang lain dan ingin Sekolah Tinggi dengan bersusah payah,banting tulang dengan Modal Otak dan pikiran
demi uang buat Bayar Sekolah.

Sekarang...Kami Legaaaaaa dan bisa bernapas,perjuangan itu tinggal Selangkah lagi,Suami tinggal satu kali Ujian lagi (last) dari Tiga ujian yang dipersyaratkan untuk menyelesaiakan S3 nya,insya Alloh Ujian yang Terakhir  Bulan Desember,Do'ain ya mudah-mudahan suami Selesai Akhir tahun ini atau paling lambat Awal Tahun depan.

Dan kini,Duka dan pahit yang selama ini aku Rasakan semakin hari semakin Manis dan Manis serta dibumbu dengan Cinta dan Kebahagian dari Apartement kami yang kecil ini.

Tamat...

Makasih ya Temans,sudah sudi mendengar Curhatku,dan jangan Bosan-bosan mendengar keluh kesahku,karna aku akan merasa Ringan dan Lega jika unek-unekku keluar dan berbagi,I Love U all,muachhh...

Inti dan Kuncinya : Jangan pernah mengeluh dan Putus asa,syukurilah apa yang diberikanNya kepada kita,karna percayalah semua itu banyak hikmahnya yang kita dapat.

Pesan buat Ibu-Ibu : Yang Mendampingi suami dalam Hal dan Tugas dalam bentuk apapun,Tetap Tegar,kuat dan semangat,karna Istri adalah kunci Kesuksessan dan Keberhasilan suami.

NOTE : Hanya sharing sebuah Pengalaman Pahit jauh dari Ortu,Saudara dan tanah Air dalam mendampingi Suami menimba Ilmu,jadi kesimpulan dari keTiga Tulisanku adalah tidak gampang ingin menggapai sukses,perlu perjuangan yang berat dan pahit.

Smoga membukakan mata hati serta pikiran Orang-orang yang slalu berpikir bahwa hidup Di LN itu Banyak uang dan Kaya Raya,tapi tidak semua mempunyai Pengalaman Hidup dan kehidupan seperti Saya.
Smoga bisa diambil Hikmahnya Pengalaman dari Seorang Istri Student.

TULISAN TERKAIT :
Pahitnya Ingin Hidup Seperti Orang..
Duka Seorang Istri Student.
Menjelang Lima tahun Gadis Kecilku..

Tuesday, August 26, 2008

Pahitnya ingin Hidup Seperti Orang..

Terima kasih banget sama Teman Semua yang sudah meluangkan Waktu membaca & Merespon Curhat ngga Pentingku ini,buat yang ngga ya ngga apa-apa,mungkin alasan Mereka karna mereka tak punya Nasib pahit & Duka Seperti Saya Dan mungkin Banyak juga Contacku yang tertawa dan bahagia membaca tentang Kehidupan kami.
Buat yang masih mau Baca silahkan,ini Lanjutannya Tulisanku Kemaren,...

Bulan Agustus 2004 tiba,bulan ini adalah bulan yang ngga akan kami lupakan dalam sejarah hidup Kami,yaitu bulan kelahiran Anak Pertama kami (Tasya) ,cerita tentang rencana Ultah pertamanya yang Cuman ada uang 5$,bisa dibaca Disini, Nahh..itulah cobaan kami yang Kedua.

Dengan berjalannya waktu,kehidupan kami bisa bertahan dan semakin stabil dan begitu juga kuliahnya Suami berjalan seperti biasa ,walaupun kadang ketidak cocokan dan kesalah pahaman itu sering terjadi dengan Profnya.
May 2005,rencana ujian Compre suami yang pertama kali akan dilaksanakan,Suami sudah berusaha semaksimal mungkin agar hasilnya tak mengecewakan,suami belajar dan belajar yang terbaik dan ini sudah cukup lebih baik dimata Saya dan juga suami Rasakan.
Ujian Compre sudah didepan mata,Baju untuk Suami pakai sudah aku siapkan untuk Suami pakai,aku ingat waktu ituu..

Sehari sebelum Ujian Compre
dilaksanakan..
Suami latihan dulu dengan Prof dan beberapa Temannya ,ternyata apa yang suami Lakukan selama ini Sia-sia belaka,setelah latihan itu dilaksanakan,suami dipanggil keruangan Profnya dan Profnya dengan tampa alasan berkata dengan seenak jidadnya kalo ujian keesok harinya dibatalkan.
Suami benar-benar Kaget dan diluar Dugaan itu terjadi,karna apa yang suami lakukan sudah lebih dari Cukup dan apa pertanyaan yang Mereka berikan suami sudah jawab dengan sebenarnya,Kalo memang suami Bodoh dan tak punya Otak untuk berpikir,kenapa kami mesti sekolah di LN dengan biaya sendiri mengandalkan Otak untuk mencari uang buat sekolah,tapi suami tabah dan ihlas menerimanya walaupun hati kecil tak menerima dan pengen Menuntut keadilan,tapi biarlah kita yang mengalah dan Hanya Alloh yang tau siapa yang berhak dan siapa yang benar.

Dengan lemas dan kecewa Suami p
ulang menceritakan itu ,sambil berlinang airmataku ,kucoba menenangkan dan memberi keyakinan hati suami walaupun aku juga tak sanggup menahan sedih menerima keputusan itu.

Satu minggu setelah Ucapan Profnya itu keluar,Suami dipanggil lagi untuk yang ke Dua kalinya,kita pikir panggilan ini akan ada khabar baik tentang jadwal ujian Compre Suami,tapi betapa Kecewanya  suami.

Sa'at itu Suami disuruh ambil keputusan,pilih diantara dua...
Tetap dengan dia dengan syarat turun tingkat ke S2,alasannya dia ngga punya uang lagi buat ngasih suami sampai menyelesaikan S3 yang masih satu tahun kedepan lagi,sedangkan kalo turun ke S2 dia masih ada uang sampai akhir tahun 2005 ATAU cari Prof lain,jika masih mau meneruskan S3, itupun hanya dikasih waktu satu  minggu.
Dua pilihan itu benar-benar sulit untuk dipilih,mana mungkin kita ambil S2 lagi,sementara suami sudah punya Ijazah S2,sementara mencari Prof dengan waktu satu minggu,itu sudah ngga mungkin ,karna kita mencari sekolah bukan mengandalkan uang kita Sendiri,melainkan Otak yang bekerja membantu Prof demi uang buat Hidup dan bayar uang kuliah.

Hari-hari kami penuh dengan pikiran ketidak pastian,ingin rasanya pulang ke indo sa'at-sa'at itu juga,tapi Uang ngga ada buat ongkos.
Akhirnya kita menerima dengan ihlas dan kita jalani Kehidupan dengan keterpaksaan,kita putuskan tetap dengan Dia dan turun ke S2,itu kami lakukan hanya untuk mempertahankan Hidup dan mencari-cari Sekolah Gratis,hampir semua Universitas di Dunia kita Apply dan menanyakan apakah mereka butuh Student untuk Phd dengan Biaya dari Mereka serta berusaha menghemat dan mengumpulkan uang buat biaya transportasi jika memang nanti kita harus keluar dari Kota kecil itu.

Suami Rela bekerja sebagai Pemotong Rumput,satu minggu sekali dibayar 20$,itu pekerjaan  tak pernah ada dibayangan suami,mudah-mudahan bekerja seperti itu adalah buat yang pertama dan terakhir suami lakukan.
Begitu juga dengan Aku,Suami tak pernah pernah terlintas dipikirannya mengizin
kan aku Kerja,tapi waktu itu suami izinkan aku jika memang mau kerja dan meninggalkan Gadis kecilku,tapi alhamdulillah itu tak sampai terjadi.
sa'at itu semua rela kita lakukan demi mempertahankan hidup....

Bulan Mei 2005 inilah cobaan yang besar dan cukup luar biasa yang kami Terima, dengan sabar,ihlas dan lapang dada,serta bersyukur kami menyadari mungkin inilah awal kehidupan kami akan menuju bahagia.
Sedih,menangis,ngga napsu makan itulah yang kami rasakan ,sampai-sampai badan Kurus,ternyata hidup ini benar-benar Pahit..

Alloh itu tidak Diam,Dia memang maha Adil dan maha mendengar Do'a kita serta mengetahui kesusahan dan kesulitan hambanya,Dua bulan Suami cari sana sini dan melamar sana sini sekolah untuk meneruskan S3 nya,sampai-sampai sehari itu 5 s/d 10 Universitas dia Masukin Application.
Alhamdulillah semuanya di balas dan di Respon dengan baik dari berbagai Universitas di Dunia,Universitas yang Suami masukin / Lamar itu 90 % memberi jawaban yang Bagus dan semua itu hampir tempat kami menyandar mencari arti kehidupan demi merubah nasib,tapi sayang mereka cuman mampu memberikan uang biaya sekolah tidak sepenuhnya,sedangkan kita menginginkan Biaya sekolah utuh dari Mereka.

Awal Agustus 2005,dua minggu sebelum Ultah Gadisku yang ke Dua,apa yang kami Harapkan ,kini menjadi kenyataan dan  Rezeki itu datang,Alhamdulillah....
Bersambung...

Note : Ternyata ingin menggapai kesuksesan & Keberhasilan itu ngga mudah ya,penuh perjuangan dan rela menahan Pahit dan Kecewa.

Cerita sebelumnya  Duka Seorang Istri Student.

Sunday, August 24, 2008

Duka Seorang istri Student..

Desember akhir 2003,bertepatan pergantian Tahun Suami berada di Pesawat dengan tujuan ke sebuah Kota kecil di Canada,yaitu Fredericton untuk menimba Ilmu melanjutkan S3 nya.
Tempat inilah Suka duka awal yang akan kami rasakan untuk yang pertama kali dalam Berumah tangga hidup berjauhan yang dipisahkan beribu-ribu pulau.

Empat bulan Hidup berjauhan sebagai suami istri ini adalah cobaan yang luar biasa,apalagi seorang Ibu muda yang punya bayi dan masih punya Emosi tinggi karna Pasca melahirkan.
Tapi itu bukan suatu masalah besar,alhamdulillah bisa dilewati cobaan itu...

Genap Empat bulan suami di Kota kecil itu,dengan Hidup sehemat-hematnya demi menjemput Aku dan Gadis kecilku,akhirnya dengan kuasa yang diatas dan izin ortu serta Saudara.
Awal mei 2004,suami  Tiba lagi di Tanah air menjemput Aku dan gadis kecilku untuk menemani hari-harinya di Negara orang demi mencapai sebuah Harapan & impian.

Tanggal 24 Mei 2004 Adalah tanggal yang kami putuskan untuk pergi meninggalkan Tanah air dan Hijrah ke canada.
Perjalanan Kami,dari Jakarta terbang ke Kuala lumpur dan dilanjutkan ke Toronto dan berakhir di Kota tujuan,yaitu Fredericton yang mana perjalanan total nya memakan waktu 28 jam diudara.

Toronto adalah Tempat yang pertama kali aku dan gadisku menghirup udara dan Kehidupan asing,sa'at pertama merasakan Dingin dan angin Kencang yang begitu menusuk dikulit,karna waktu itu belum memasuki musim Summer.
Aku tak pernah bermimpi, berkeinginan untuk pergi keluar negeri jauh dari Ortu dan saudara,tak pernah terpikir dibenak masa Remaja disa'at pacaran dengan suami.

Mungkin sepintas orang berpikir,bahwa hidup di LN banyak uang dan kaya Raya,mungkin itu benar..
Tapi tak begitu dengan saya,seorang istri Student yang mengandalkan Uang buat Makan,bayar Apartemet dan bayar Uang sekolah dari Hasil TA (Teaching Asisten) dan uang hasil Bantu-bantu Profnya Suami.

Kini,Lebih kurang 4 tahun hidup kami jauh dari Ortu dan saudara,4 tahun juga kami merasakan suka duka hidup di Negara asing yang berbeda bahasa,tata karama dan keyakinan.
Hidup seperti ini,siapa yang mau..Siapa yang mau menerima Nasib menjadi Istri Student yang tinggal jauh dari Tanah air,jauh dari Ortu,Keluarga dan Sanak saudara.
Suka duka di rasakan sendiri,tak ada sanak saudara untuk memintak tolong dan berkeluh kesah mendengarkan cerita Suka apalagi cerita Duka.
tapi itulah nasib manusia,kita hanya memintak,berencana dan Alloh lah yang merestui dan menentukannya,dan kami bersyukur mungkin inilah rezeki , jalan dan Garis Hidup kami..

Fredericton Kota yang penuh Kenangan pahit..
Satu tahun 3 bulan kami di sana,di sebuah kota kecil yang damai serta jauh dari kehidupan Ramai,disanalah Tempat  kami  mulai merasakan pahit Getirnya hidup Berumah tangga yang jauh dari Ortu dan sanak Saudara,Tapi kami sangat besyukur dan benar-benar beruntung karna tempat kami Tinggal / Tuan rumah kami orangnya baik dan sangat pengertian,serta punya Tetangga disekitar tempat tinggal yang baik,mereka menyukai Kami,khususnya Tasya dan ada beberapa Keluarga Orang Indo disana yang baik dengan kami.

Satu bulan aku disana,cerita kehidupan Kami dimulai,aku sakit..mungkin stress atau karna penyesuaian cuaca,aku ngga tau,pokoknya perasaan badan menggigil kedinginan...
Mana waktu itu kita belum ada Insurance buat Berobat,karna suami masih mengurus persyaratannya buat Apply Insuran,sedangkan mau berobat biaya berobat mahal jika tampa insurance,mana uang serba pas-pasan.
Hanya yang dilakukan sa'at itu menahan sakit,menangis dan ingat ortu,Hikss..hiks..hiks..
Akhirnya satu minggu aku tahan tampa pengobatan,akhirnya dengan terpaksa pergilah kita ke Clinic diantar Tuan Rumah kami dengan bayar tampa insurance dengan menghemat uang Belanja kebutuhan dapur kedepan.

Syukur Alhamdulillah,Tuan Rumah kami begitu mengerti dan baiknya,padahal kami baru satu bulan kenal dan tinggal disana,Suami diberi uang 25$ untuk tambahan nebus Obat karna waktu itu biaya penebusan obatnya sekitar 100$,dia tau kalo kami ngga punya uang.

Sehari setelah ke Clinic dan minum antibiotik,aku sembuh seperti semula,lewatlah Cobaan yang pertama ...
Ini baru sekilas pengalaman Pahit Kami tinggal jauh dari Ortu.

Nanti akan Saya lanjutkan lagi dengan pahit yang sepahit-pahitnya cerita kami mengapa sampai pindah di Ottawa ini.Bersambung....

NOTE : Hanya sharing sebuah Pengalaman Seorang Istri Student yang jauh dari Tanah Air,tapi...
Mungkin tidak semua istri Student dan Orang yang Tinggal di LN punya pengalaman pahit seperti Saya..